Benarkah Paytren Ustadz Yusuf Mansur dibekukan Bank Indonesia? Berikut ini info validnya


Akhir-akhir ini banyak pemberitaan baik di media cetak ataupun media online tentang paytren Yusuf Mansur, yang kabarnya dibekukan oleh Bank Indonesia. Benarkah ? Setelah saya yang juga sebagai mitra paytren mencari tau lebih jauh tentang kabar tersebut, saya mendapatkan konfirmasi dari berbagai sumber mengenai hal ini, mulai dari akun medsos Ustd Yusuf Mansur dan juga dari grup-grup komunitas Paytren, yang disana banyak para leader-leader yang faham betul tentang situasi dan kondisi dalam perusahaan paytren. Berikut penjelasan yang saya dapatkan dati sumber yang akurat. Simak terus.

Tidak bisa dipungkiri berdasarkan fakta yang ada bahwa paytren sebagai produk dari perusahaan VSI merupakan bisnis transaksi yang memiliki perkembangan sangat signifikan. Hingga bulan Oktober 2017 ini, sementara jumlah member Mitra Paytren baik mitra pengguna atau pebisnis mencapai 1,6 juta dan terus berkembang pesat. Oleh karena itu, ibarat sebuah ungkapan bahwa semakin tinggi dan besar sebuah pohon, maka terjangan angin pun akan semakin besar. Paytren dalam hal ini adalah sebuah bisnis dengan peluang yang sangat besar dan menjanjikan, tentu memiliki banyak saingan atau pihak-pihak yang tidak menyukainya dengan memandang negatif dari sisi tertentu. Maka tak heran dalam kondisi seperti sekarang ini, banyak pihak yang memanfaatkannya dengan membuat pemberitaan negatif dengan tujuan untuk menjatuhkan paytren. Namun pada kenyataannya tidak seperti yang mereka sampaikan. Lalu seperti apa sebenarnya kondisi paytren saat ini dan kaitannya dengan BI ? berikut penjelasannya.

Kata dibekukan menurut saya kurang pas dalam hal ini, karena pada kenyataannya aktifitas transaksi dalam aplikasi Paytren ini masih berjalan normal seperti biasa. Hanya saja ada pembatasan yang memang dilakukan oleh Bank Indonesia dalam beberapa fitur tertentu, seperti limit saldo/deposit transaksi yang awalnya bisa sebanyak 5 juta rupiah dalam sekali pengisian, kini maksimal hanya satu juta rupiah saja dalam setiap pengisian deposit. Sedangkan untuk limit transaksi, Mitra Paytren bisa melakukan transaksi dalam sebulan sebesar 20 juta rupiah. Dan inipun sifatnya hanya sementara sampai ijin e-money dikeluarkan oleh BI untuk Paytren. Pembatasan tersebut berlaku seiring dengan proses perijinan yang didalamnya dilakukan pengkajian atau audit oleh pihak BI tentang seluk beluk bisnis Paytren ini, apakah sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku atau tidak.

Tahap proses perijinan ini memang sedikit berdampak pada sistem dikarenakan pembatasan yang disebutkan diatas. Oleh karena itu, Paytren pun mengeluarkan kebijakan-kebijakan untuk menyesuaikan kondisi yang ada. Proses perijinan ini bukan hanya untuk Paytren saja, tokopedia dengan tokocash nya saat ini juga dalam pembatasan operasi, malah lebih parahnya tidak boleh melakukan top up sampai ijin di turunkan. Dan kabarnya toko online Bukalapak dan Shopee pun sama, sedang dalam tahap perijinan ini.

Berikut ini penjelasan Ustad Yusuf Mansur yang saya kutip dari grup Whatsapp yang bersumber dari akun @yusufmansurnew.

“Mohon sedekah doanya untuk PayTren dan semua hal yang baik-baik di negeri ini. Termasuk kawan-kawan yang memang niat usaha bener, bukan nipu. Buka usaha di Indonesia. Membuka peluang usaha, buat masyarakat Indonesia dan dunia. Mengambil manfaat dari era digital dan membaginya ke sebanyak-banyaknya orang. Ga cuma doa buat PayTren. Sebab di Industri ini, mata rantainya juga dahsyat. Orang2-orang ngeluh tentang munculnya potensi pengangguran akibat era digital. Dan itu benar. Tapi yang dilupakan sebagian orang, bahwa muncul juga potensi pekerjaan dan usaha yang bahkan lebih dinamis, bahkan gila-gilaan.

Kayak PayTren misalnya, secara karyawan, PayTren bakal bergerak menjadi perusahaan dengan puluhan ribu karyawan. Baik di Indonesia, dan di Southeast Asia. Apalagi kelak di Dunia. Dengan misalnya kami buka di semua belahan buminya Allah. Di Indonesia saja sekarang sudah ratusan karyawan kerja.

Ditambah lagi, industri tidak langsungnya adalah menyambungkan semua pribadi dan UKM, ke pasar yang tak terbatas dengan Izin Allah. Pasar yang musuhnya cuma: Males, Bodoh, Ga Rajin Ngecek, dan Ga Serius. Bila ga males, mau belajar, rajin ngecek pesanan dan info-info tata tertib, dan serius... Wah, pasar ini sungguh kayak "ga memiliki" batasan. Jangan hitam putih bacanya ya.

Khusus di PayTren masih ada lagi kekhasan, yakni semua pengguna, jadi pebisnis. Artinya, PayTren saat ini malah membuka lapangan pekerjaan dan usaha sebanyak jumlah mitra saat ini, yakni sementara, 1,6 jt orang. Angka yang harusnya disyukuri. Jangan sembarang brodkes yang jelek. Kasian orang sebanyak ini yang nyari rizki.

Dan, sebenernya yang terjadi di lapangan adalah keharusan menyesuaikan. Keharusan nurut, keharusan memenuhi semua peraturan BI dalam rangka masih dalam proses pengajuan izin BI.
Ini bukan sesuatu yang gawat, malah kabar baik. Di saat banyak yang buka buat nipu, buat bohongin orang, PayTren dan sejumlah nama yang disebut, malah datang baik-baik. Baik sengaja lapor dan atau saat dipanggil untuk pemenuhan tata tertib dan aturan-aturan.

Yang ditutup pun beberapa layanan saja yang terkait dengan e-Money. Dengan pembatasan-pembatasan tertentu. PayTren saya entengin untuk ikut, sebab bagi saya dan PayTren, ini juga adalah dakwah, Syiar. Tentang nyontohin sesuatu yang benar.”


0 Response to "Benarkah Paytren Ustadz Yusuf Mansur dibekukan Bank Indonesia? Berikut ini info validnya"

Jangan ragu untuk bertanya dikolom komentar jika ada yang tidak dimengerti atau mau info lebih banyak mengenai paytren. Atau bisa langsung bertanya melalui menu Contact Me di atas.