Perbandingan Bertransaksi Melalui M-Banking dengan Paytren


Bagi anda yang terbiasa melakukan transaksi melalui M-banking, mungkin merasa kurang tertarik dengan aplikasi paytren ini karena dalam M-banking pun tersedia fitur pembelian pulsa dan layanan transaksi lainnya. Namun anggapan anda akan berubah setelah mengetahui perbandingan bertransaksi antara keduanya, yang akan saya jalaskan dalam artikel ini. Ya, paling tidak anggapan anda dulu yang akan berubah yang awalnya menganggap sama saja tapi ternyata jauh berbeda. Dan mungkin anda akan tertarik untuk memakai aplikasi paytren, memindahkan semua transaksi rutin anda. Berikut ini perbandingannya.



Biaya Admin
Saya fokuskan perbandingannya seputar biaya admin. Mungkin anda merasa keberatan atau berfikir ulang soal biaya pmbelian lisensi paytren sebesar Rp.350 ribu. Saya akan perjelas tentang ini. Dengan membeli lisensi sebesar Ro.350 ribu untuk seumur hidup, anda terdaftar sebagai mitra kerja dan bisa menggunakan aplikasi paytren dengan berbagai fitur layanannya tanpa dikenakan biaya admin setiap bulannya. 

Bandingkan dengan M-banking, memang untuk menggunakan M-banking ini tidak ada biaya pendaftaran atau pembelian lisensi seperti dalam paytren. Tapi coba anda perhatikan, misalnya anda simpan uang Rp.350 ribu, posisi anda disini adalah sebagai konsumen dan dikenakan biaya admin setiap bulannya sebesar 5-15ribu rupiah. Sampai berapa bulan uang 350ribu anda akan habis bisa hitung sendiri. Jelas berbeda dengan paytren, biaya pembelian lisensi Rp.350 ribu yang saya sebutkan diatas justru bisa kembali lagi. Loh gimana ceritanya? Simak terus. 

Kemudian dalam biaya admin disetiap transaksi pun paytren lebih murah dibaningkan M-banking. Mungkin anda akan bilang "ah paling jauh juga 1-2 ribu". Tahukah anda bahwa biaya admin yang terkumpul dari transaksi nasabah diseluruh indonesia dalam sebulan mencapai 30 trilyun yang entah kemana dan untuk apa. Maka dari itu Ustadz Yusuf Mansur menciptakan aplikasi paytren. Di paytren, fee admin yang terkumpul dalam sebulan dikembalikan lagi kepada seluruh mitra yang tergabung dalam bentuk cashback transaksi dan sebagiannya disedekahkan untuk kepentingan umat. Dengan cashback disetiap transaksi ini, membuat pengeluaran transaksi anda tentu jadi lebih hemat. Nah dengan cashback ini pula biaya pembelian lisensi sebesar Rp.350 ribu tadi akan kembali. Sedangkan di M-banking tidak ada cashback transaksi, bahkan 350 ribu anda akan habis oleh biaya admin bulanan. 

Jika saldo dalam aplikasi paytren Rp.0, maka keanggotaan masih aktif karena berlaku seumur hidup bahkan bisa diwariskan. Sedangkan jika saldo rekening anda Rp.0 maka dalam jangka waktu tertentu status menjadi pasif dan harus diaktifkan ulang. Kelebihan lain dari payten adalah peluang bisnisnya. Dengan paytren anda bisa berwirausaha jika mau menjalankannya, sedangkan di M-banking anda hanya bisa bertransaksi saja dan belum tentu bisa berwirausaha. Kesimpulannya ada pada gambar dibawah ini.






0 Response to "Perbandingan Bertransaksi Melalui M-Banking dengan Paytren "

Jangan ragu untuk bertanya dikolom komentar jika ada yang tidak dimengerti atau mau info lebih banyak mengenai paytren. Atau bisa langsung bertanya melalui menu Contact Me di atas.